Ada yang berbeda dari KKN tahun ini, dimana satu kelompok dengan jumlah total 25 mahasiswa melaksanakan kegiatannya di Desa Balun dengan satu tujuan, yaitu mengembangkan desa Balun menjadi desa wisata budaya. Menurut Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok ini, Ibu Azza Abidatin Bettaliyah, M.Med.Kom yang merupakan dosen pada program studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik. KKN ini merupakan salah satu bentuk pengabdian dosen yang mendapat dana dari DRPM DIKTI (Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan skim bernama “KKN-PPM” atau kepanjangan dari Kuliah Kerja Nyata- Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat.

Pengembangan Desa Balun menjadi desa wisata dilatarbelakangi oleh alasan Desa Balun terkenal dengan keunikan masyarakatnya yang hidup rukun meskipun berbeda agama, maka desa ini dikembangkan agar masyarakatnya lebih siap menerima wisatawan dari luar daerah dengan dibentuknya POKDARWISBUD (Kelompok sadar wisata budaya). Kelompok ini dibentuk oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan serta Pemerintah Desa Balun. Pokdarwisbud berisikan masyarakat desa Balun sendiri yang merupakan pelaku penting yang harus terlibat secara aktif dalam proses perencanaan dan pengembangan kepariwisataan dan kebudayaan. Sadar wisata dan budaya dalam hal ini dimaksudkan sebagai wujud kesadaran masyarakat untuk turut serta memiliki peran aktif dalam dua hal, yakni menyadari peran dan tanggung jawabnya sebagai pemilik wilayah dan tuan rumah yang baik bagi wisatawan yang dating ke wilayahnya sehingga bisa menciptakan suasana lingkungan yang kondusif.

POKDARWISBUD dibantu oleh mahasiswa KKN-PPM UNISLA yang terjun ke lapangan selama kurang lebih 3 bulan terhitung sejak 1 Agustus 2018 hingga 24 Oktober 2018 membuat beberapa luaran yang dapat mendukung promosi desa agar desa Balun lebih terkenal dan menyiapkan desa Balun sebagai desa yang siap dijadikan desa wisata. Luaran tersebut antara lain peta desa, kalender festival keagamaan, website desa, instagram promosi desa, facebook promosi desa, dan buku panduan desa wisata budaya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *